Jumat, 29 April 2016

Anugerah itu Bernama Langit

Sudah lama aku menantikanmu, bahkan pernah terlintas kalau kamu bisa saja tak ada sewaktu-waktu, kapan saja Tuhan berkehendak.

Aku selalu tau keberadaanmu walaupun sosokmu belum terlihat.

Getaranmu,
Gerakanmu,

Semuanya aku merasakannya. Sungguh.
Samar, pelan namun lama-kelamaan semakin jelas.
Sungguh, bahagiaku luar biasa..

Aku bahkan mencintaimu sebelum aku tahu wujudmu,
Dan Aku sudah menyayangimu walaupun kamu belum muncul di sini.

40 minggu lamanya aku menantikanmu..
280 hari sangat lama untukku menunggumu..
Aku tak sabar..
Tak sanggup lebih lama lagi menahan hasrat untuk menemuimu, memelukmu dan menciummu..

Saat saat terakhir menjelang kedatanganmu, aku sungguh bahagia sampai sulit rasanya berkata-kata.
Mungkin aku terlalu gugup, bahagia atau takut?
Entahlah, rasanya belum pernah aku rasakan sebelumnya..

Mereka mengobrak-abrik perutku, dan kemudian 10 menit kudengar tangisan kerasmu dan suara salah seorang dari mereka berkata 'LAKI-LAKI'...

Sungguh, tiada yang lebih membahagiakan selain hari itu..
Hari dimana kamu lahir ke dunia Anakku !
;)




Teruntuk Anakku :
Langit Arendra Bimasena
23 April 2016, 09.15pm