Jumat, 13 Mei 2016

Jangan Khawatir dengan Tongue-tie

Tongue-tie...
Terus terang belum pernah denger sebelumnya.
Denger pertama kali waktu kontrol ke dokter laktasi. Dia bilang Langit tongue-tie. Untuk orang awam seperti kami sih cuma bisa melongo. haha..

Kami mengenal tongue-tie berawal dari produksi asiku yang masih sangat sedikit bahkan hari 1 & 2 melahirkan hanya keluar setitik titik itu juga waktu putingnya diperah kenceng-kenceng. Huft sedih rasanya. Tapi, krn katanya cadangan makanan bayi masih cukup 30% sampai 3 hari, aku tetap memaksa tidak memberikan langit sufor even asiku tdk keluar. Alhasil dia kuning dgn bilirubin 18.6. Tinggi banget broooo ;((

Finally, langit harus kembali dirawat terapi sinar 1x24 jam setelah 2 hari plg kerumah. Setelah dokter memperbolehkan pulang krn kadar bilirubinnya sudah normal, permasalahan tdk selesai sampai disini. Langit kesulitan menyusu padahal produksi asiku sudah mulai cukup, belum melimpah sih. Awalnya aku pikir krn bentuk putingku yang kurang menonjol, bukan mendelep yaa tapi hanya kurang menonjol. Tapi, aku masih bersikeras bisa dan harus bisa memberikan ASI bagaimanapun caranya. Karena tidak sabar aku sempat pumping dan memberikan asip, krn langit masih susah menyusu langsung padahal yang aku tau menyusu itu memompa di areola bukan puting. Jadi apapun kendala puting ibu, tdk akan kesulitan kalau perlekatannya benar. Langit sempat bisa menyusu bahkan sampai putingku lecet. Sakitttttnya sampai keluar air mata,, tapi demi asi apapun aku lakukan ;(

Kemudian saat kontrol ke dokter anak, dsa ku menyarankan untuk konsultasi ke dokter spesialis laktasi, namanya dokter maharani. Semua org dirumah sakit blg kalau dia hebat krn lulusan dari amerika. Bayanganku dokter maharani adalah dokter senior berusia setengah baya. Tapi salah total. Beliau nyaris seusiaku atau mungkin 30 somethinglah. Pinter beneran? Bangettttt..
Saking pinternya dia ngomong aku gakngerti hahaha.. cepet bgt ngomongnya.
Pertama masuk ruangan, aku dan suami langsug disuruh duduk dan menyusui. Dia komen soal lecet diputing kemudian dia membuka mulut langit. Dia blg : "anak lo tongue-tie nih".
Entah kenapa aku syok *padahal gaktau tongue-tie apaan buahaha*
Terus dia ngomong lagi : "tau gak lo tongue-tie"?
Aku blg : "nggak dok. Emg itu apa?"
Dokter : "coba angkat lidah lo"
Aku : *aku mengangkat lidah keatas*
Dokter : "normal. Coba bapaknya angkat lidahnya"
Suamiku mengangkat lidahnya
Dokter : "pantesan turunan dr bapaknya. Biasanya kasus tongue-tie 30% turunan dr orgtuanya"

Tongue-tie atau lip-tie : adanya jaringan pengikat yg lebih tebal sehingga kemampuan lidah atau bibir untuk naik turun menjadi lbh terbatas. Ini hal biasa, dan biasanya bayi laki-laki 3x lipat lbh sering mengalami tongue-tie dibandingkan dgn bayi perempuan. Tingkatan tongue-tie atau lip-tie inipun bermacam-macam sehingga dokter ada yg harus melakukan incisi/fretonomy/pembedahan dan ada yg tidak.

Lanjut ke konsultasi ....
Dokter : "gw buka aja, soalnya bakalan susah nih untuk seterusnya. Dia jd terbatas untuk nyusu. Kasian buat nantinya".
Aku : "iya dok yg penting bisa nyusu bener deh"

Akhirnya langit dipotonglah jaringan bawah lidahnya. Sempet syok krn darahnya ngocor, tapi si dokter langsung cepet ngasih ke aku untuk disusuin. Daaaannn bener kata si dokter, darahnya stop mengucur. Asi emg yahud deh ahhhh 😆
terus langit harus rajin senam lidah, biar gakterjadi reattachment/penempelan kembali jaringan yg dipotong tadi. Senamnya cukup memasukkan jari telunjuk dan menaikkan lidah sebanyak 5x sehari sebanyak 4x pengulangan masing-masing. Ini dilakukan selama 1 bulan dan dimulai 2-3 jam pasca incisi/fretonomy.

Yaudah sih intinya begitu. Jadi skrg rajin senamin aja biar lidahnya lentur dan makin jago menghisapnya. Apapun demi asi harus diperjuangkan bukan? Hidup para pejuang asi! 💪