Lidahmu jangan kau biarkan menyebut kekurangan orang lain,
sebab kaupun punya kekurangan.
dan orang lainpun punya lidah.
-Imam Syafi'i-
Senin, 16 November 2015
Wanita
Wanita itu kalau sudah kecewa,
sulit melupakan walaupun sudah memaafkan.
Tak ada wanita yang rela,
cintanya dibagi dengan wanita-wanita lain.
Kadang pada Ibu mertuanya pun dia masih sedikit cemburu.
Kepada seluruh pria gagah bernama 'Suami'
Mungkin Ibumu yang harus kau utamakan...
Tapi jangan kau lupa
ada wanita disampingmu
yang rela meninggalkan kedua orangtuanya,
untuk mengabdi kepadamu
yang telah kau ambil
dengan halal dari Ayahnya
untuk kau jadikan milikmu.
Surga bukan untukmu jika kau gores hati Ibumu.
Tetapi surga juga bukan milikmu,
jika kau sia-siakan istrimu...
-Anonim-
sulit melupakan walaupun sudah memaafkan.
Tak ada wanita yang rela,
cintanya dibagi dengan wanita-wanita lain.
Kadang pada Ibu mertuanya pun dia masih sedikit cemburu.
Kepada seluruh pria gagah bernama 'Suami'
Mungkin Ibumu yang harus kau utamakan...
Tapi jangan kau lupa
ada wanita disampingmu
yang rela meninggalkan kedua orangtuanya,
untuk mengabdi kepadamu
yang telah kau ambil
dengan halal dari Ayahnya
untuk kau jadikan milikmu.
Surga bukan untukmu jika kau gores hati Ibumu.
Tetapi surga juga bukan milikmu,
jika kau sia-siakan istrimu...
-Anonim-
Senin, 02 November 2015
Cara Pandang
Ketika kau tak pernah berniat buruk,
namun seseorang menilaimu buruk.
Percayalah keduanya tidak pernah salah.
Hanya saja Ia lebih mempercayai asumsinya,
ketimbang penjelasanmu.
Ketika kau bermaksud baik untuk suatu hal,
namun seseorang merasa dirugikan karena perbuatan maksud baikmu.
Kamu atau dia tak pernah salah.
Hanya saja Ia hanya memandang dari sudut pandangnya,
tanpa memperhatikan caramu melihat.
Semua hal terkadang sudah baik menurut kita, namun sering kali dianggap belum baik menurut orang lain.
Jangan dirisaukan, karena semua orang punya cara pandangnya masing-masing dalam menyelesaikan masalah. Dan jangan pernah mempermasalahkan cara pandang seseorang karena kau juga tak suka bila cara pandangmu dipermasalahkan oleh orang lain.
Kau dan Asumsimu
Beberapa hari ini kamu sungkan bersuara
Wajahmu kau palingkan sejauh-jauhnya dariku
seolah-olah melihatku adalah dosa
Tanganmu kau lipat rapi, tegap, kaku
Tubuhmu kau ungsikan sejauh-jauhnya dari peradabanku
Seakan 'jangan sampai menyentuhku setitikpun'
Semua sebab ketiadaan jiwamu aku tahu
Aku memahami betapa sakitnya lukamu
Betapa teririsnya hati dan jiwamu
Tapi, itu semua tak akan terjadi bila asumsimu melebihi logikamu
Tak akan terasa menyayat ketika pikirmu tak melampaui batas kewajaranmu
Sungguh, ketika kau sebut aku 'tak pernah bisa mengembalikan hari itu'......
Rasanya sedih, bahkan sedihpun tak cukup
Aku hancur berkeping-keping.....
Sungguhpun aku menjadi orang paling jahat,
tak mungkin aku lakukan hal demikian
Aku memang tak pernah dapat mengembalikan hari itu
Seumur hidup pun aku meminta maaf tak akan pernah sanggup menebusnya
Tapi, tidakkah seharusnya kau tak hanya mempercayai asumsi-asumsimu?
Tidakkah, paling tidak sedikit saja kau percayai aku orang yang berjanji sanggup selamanya denganmu?
Rasanya percuma air mata kehancuranku aku perlihatkan
Asumsimu selalu menang
Perasaan sensitifmu yang paling benar
Dan, kau hanya akan kembali ketika kau mau melupakan :(
Tuesday, 3rd November 2015, 10.53am
Wajahmu kau palingkan sejauh-jauhnya dariku
seolah-olah melihatku adalah dosa
Tanganmu kau lipat rapi, tegap, kaku
Tubuhmu kau ungsikan sejauh-jauhnya dari peradabanku
Seakan 'jangan sampai menyentuhku setitikpun'
Semua sebab ketiadaan jiwamu aku tahu
Aku memahami betapa sakitnya lukamu
Betapa teririsnya hati dan jiwamu
Tapi, itu semua tak akan terjadi bila asumsimu melebihi logikamu
Tak akan terasa menyayat ketika pikirmu tak melampaui batas kewajaranmu
Sungguh, ketika kau sebut aku 'tak pernah bisa mengembalikan hari itu'......
Rasanya sedih, bahkan sedihpun tak cukup
Aku hancur berkeping-keping.....
Sungguhpun aku menjadi orang paling jahat,
tak mungkin aku lakukan hal demikian
Aku memang tak pernah dapat mengembalikan hari itu
Seumur hidup pun aku meminta maaf tak akan pernah sanggup menebusnya
Tapi, tidakkah seharusnya kau tak hanya mempercayai asumsi-asumsimu?
Tidakkah, paling tidak sedikit saja kau percayai aku orang yang berjanji sanggup selamanya denganmu?
Rasanya percuma air mata kehancuranku aku perlihatkan
Asumsimu selalu menang
Perasaan sensitifmu yang paling benar
Dan, kau hanya akan kembali ketika kau mau melupakan :(
Tuesday, 3rd November 2015, 10.53am
Langganan:
Komentar (Atom)