Beberapa hari ini kamu sungkan bersuara
Wajahmu kau palingkan sejauh-jauhnya dariku
seolah-olah melihatku adalah dosa
Tanganmu kau lipat rapi, tegap, kaku
Tubuhmu kau ungsikan sejauh-jauhnya dari peradabanku
Seakan 'jangan sampai menyentuhku setitikpun'
Semua sebab ketiadaan jiwamu aku tahu
Aku memahami betapa sakitnya lukamu
Betapa teririsnya hati dan jiwamu
Tapi, itu semua tak akan terjadi bila asumsimu melebihi logikamu
Tak akan terasa menyayat ketika pikirmu tak melampaui batas kewajaranmu
Sungguh, ketika kau sebut aku 'tak pernah bisa mengembalikan hari itu'......
Rasanya sedih, bahkan sedihpun tak cukup
Aku hancur berkeping-keping.....
Sungguhpun aku menjadi orang paling jahat,
tak mungkin aku lakukan hal demikian
Aku memang tak pernah dapat mengembalikan hari itu
Seumur hidup pun aku meminta maaf tak akan pernah sanggup menebusnya
Tapi, tidakkah seharusnya kau tak hanya mempercayai asumsi-asumsimu?
Tidakkah, paling tidak sedikit saja kau percayai aku orang yang berjanji sanggup selamanya denganmu?
Rasanya percuma air mata kehancuranku aku perlihatkan
Asumsimu selalu menang
Perasaan sensitifmu yang paling benar
Dan, kau hanya akan kembali ketika kau mau melupakan :(
Tuesday, 3rd November 2015, 10.53am
Tidak ada komentar:
Posting Komentar