Alhamdulillah.. mungkin hanya kata-kata itulah yang dapat aku ucapkan sebagai tanda terimakasih yang tak akan pernah cukup untuk semua nikmat yan telah Engkau berikan sampai hari ini.
Udara yang kuhirup dengan lega sampai hari ini sudah pasti karena kehendak dan kuasa-MU..
Rasanya terlalu jahat ketika aku mengeluhkan beberapa hal atau masalah-masalah kecil yang merupakan sebagian dari ujian-MU untuk meningkatkan keimananku..
Kalau aku mengingat-ingat kejadian-kejadian 3 bulan lalu, rasanya amat sakit dan menyedihkan. Hanya aku yang tahu rasanya.
Tanggal 23 september 2014 mungkin adalah hari bersejarah untukku dan juga untukmu (suamiku).. hari itu buah hati yang kita nanti-nantikan akhirnya pergi, yah bukan benar-benar pergi dalam artian mati, namun benih yang sudah ada dan kita tunggu-tunggu akhirnya tidak jadi kita miliki (keguguran). Sedih rasanya... bukan hanya itu saja. Mungkin sebetulnya keguguran hanya sekedar keguguran tapi tidak selesai sampai hari itu..
Kejadian sebenarnya memang mungkin, ini mungkin kehamilanku lemah, karena sampai kira-kira usia kandungan masuk 4 minggu keluar bercak darah/flek. Seharusnya mungkin aku benar-benar bedrest, tapi tanggal 23 september 2014 adalah hari dimana aku harus mengambil kartu ujian pegawai negeri sipil. Lokasinya sangat jauh dan terpaksa aku menaiki mikrolet. Sebetulnya suami sudah menawarkan akan mengantar, tapi tentu saja aku menolaknya karena sudah terbiasa apa-apa sendiri dan aku tidak mau mengganggu pekerjaannya. Siang itu aku sampai ditempat tujuan sudah dengan keadaan nyeri diperut tapi masih bisa kutahan. 1 jam berlalu dan aku pulang. Karena masih dirasa nyeri biasa, aku pulang dengan mikrolet tapi entah mengapa 1 jam di dalam mikrolet nyeri itu makin menjadi-jadi rasanya karena sang supir membawanya sangat ugal-ugalan dan keterlaluan. Belum pernah aku rasakan sehebat itu. Karena sudah tidak tahan, aku turun dan menunggu taksi. Tapi mungkin itu hari burukku karena naik taksipun supirnya bukan main ugal-ugalannya. Astagfirullah...
Sesampainya dirumah, nyerinya bukan main tapi masih dapat aku tahan. Nyerinya seperti nyeri menstruasi tapi mungkin 100x lebih hebat. Allah kuatkan aku....
aku bertahan sampai pukul 7 malam dan akhirnya suamiku membawaku ke RSIA terdekat dan aku dilarikan ke ugd..
Aku diberikan obat penghilang nyeri dan tidak sampai setengah jam hilang rasa sakitnya..
Dokter menyuruhku untuk testpack lagi, aku bangun dari tempat tidur dan ingin testpack menuju ke toilet. Tapi seperti ada yang keluar dari maaf (kemaluanku). Aku segera ke toilet dan saat membuka celana keluarlah seperti hati-ampela ayam dengan terdapat jaringan putih. Masyaallah aku keguguran :((((
Tapi setelah gumpalan itu keluar, lega rasanya. Ringan..
Kemudian dokter obsgyn segera melakukan usg transvaginal untuk memastikan bahwa tidak ada jaringan dari si jabang bayi yang tertinggal untuk memutuskan dilakukan kuret atau aku pulang... horeeeee...
Ternyata rahimku sudah bersih dan dokter bilang aku boleh pulang. Dia meresepkan antibiotik untuk pencegah infeksi dan vitamin. Lega rasanya walaupun tidak jadi punya anak, tapi setidaknya aku tidak apa-apa..
Beberapa hari kemudian, aku merasakan nyeri hebat di bagian kanan bawah perutku. Malam itu kutahan rasa sakitnya. Akhirnya sehabis subuh aku dilarikan kembali ke RSIA tempat dimana aku keguguran. Dan aku masuk ugd lagi. Aku diberikan obat pereda nyeri dengan cara disuntikkan. Dokter bilang mungkin efek dari keguguran beberapa hari lalu, walaupun aku tidak yakin. Dokter mengobservasi dengan menyuntikkan obat pereda nyeri tersebut, bila selama 2 jam rasa nyerinya tidak hilang, maka aku harus diopname. Tapi ternyata rasa nyerinya hilang jadi aku boleh pulang.
Inilah saat-saat terberat dalam hidupku. Aku kira sudah berhenti rasa sakitnya, tapi nyatanya tidak. Beberapa minggu kemudian rasa sakit itu berulang lagi. Rasa sakitnya sungguh hebat, sampai aku susah bernafas. Sungguh rasanya seperti diambang maut. Astagfirullah. Aku sungguh trauma harus masuk lagi ke ugd. Akhirnya suamiku berinisiatif memberikan obat pereda nyeri seperti yang diberikan dokter sebelumnya (kebetulan suami pernah bekerja di perusahaan farmasi). Akhirnya setengah jam kemudian hilang lagi rasa nyerinya. Tapi aku berinisiatif kontrol kembali dengan dokter obsgynku sebelumnya. Beberapa hari kemudian aku mendatangi dokter tersebut untuk kontrol. Ketika di usg betapa kagetnya dokter tersebut ketika melihat ada benjolan disebelah kanan bawah perutku tepatnya di ovarium kanan.
Raut wajahnya terlihat menyembunyikan ketakutannya sendiri. Dia bilang bahwa kenapa bisa sebesar ini padahal sebelumnya memang ada kista hanya 2cm. Kenapa sekarang 5cm. Dokter menyarankan aku untuk segera melakukan CT-scan karena diagnosanya tumor. Aku panik, didalam mobil sepanjang jalan aku hanya diam. Itu sekitar 3 minggu sehabis aku keguguran dan masih keluar darah.
Ya Allah...... rasanya air mata tak akan cukup untuk menahan semua kesedihan ini. Kenapa bisa begini? Sungguh hanya Kau yang tahu jawabannya... akhirnya 2 hari kemudian aku melakukan CT-scan. Dan itu sangat ribet karena tidak bisa langsung dilakukan. Aku harus melakukan tes urine kreatinin untuk mengecek apakah ginjalku dalam keadaan baik. Bila keadaannya baik, maka akan diresepkan obat untuk beberapa hari dan baru akan dijadwalkan CT-scan. Duh kenapa tidak bisa sekarang juga. Sungguh stress bercampur pasrah. Ya Allah :(((
Sehabis mendengar penjelasan dokter radiologi tentamg proses CT-scannya, aku dan suami makan dan membicarakan akan bagaimana nanti. Tiba-tiba suami menyarankan untuk berobat ke internist saja. Kenapa kami tidak pernah terpikir sebelumnya? Bukankah internist paling tahu bagian dalam organ tubuh manusia?
Suami mengusulkan untuk kontrol ke internist di bandung karena recommended dari mertuaku. Akhirnya tanpa ba bi bu, kami langsung meluncur ke bandung. Karena hari sudah sore, maka kami sampai di bandung sudah terlalu malam maka kami memutuskan untuk kontrol ke internist keesokan harinya. Malam itu aki tak bisa tidur. Banyak pikiran-pikiran melayang-layang di kepalaku... semoga besok semuanya baik-baik saja. Aamiin
Pagi itu adik iparku sudah mendaftarkan ke inteenist tersebut karena antriannya bukan main panjangnya. Dari luar kota pun berdatangan. Sehabis asar kami meluncur kesana. Kami ber-4 bersama adik ipar dan ibu mertua. Sesampainya disana sudah nomor antrian 15 dan aku antrian 16. Wow pas sekali :))
Disana juga cukup menegangkan aku takut sekali..
Akhirnya giliranku... tolong aku Ya Allah...
Aku sudah telentang akan di usg tapi internis bilang harus lebih banyak minum lagi karena kurang jelas, aku lupa kalau mau usg sebaiknya jangan buang air kecil dulu dan aku kebiasaan setiap akan bepergian justru buang air kecil dulu.. yasudahlah... ibu mertua menyodorkan air mineral 600ml 2 buah. Kenyang air perutku.. dan saatnya usg pun tiba..
Internistnya sudah berumur, dia keturunan chinesse, tubuhnya gempal dan jalannya pelan-pelan. Namanya dokter 0frans. Dia menggoyang-goyangkan alat usgnya. Dari mulutnya hanya keluar : "ini sih kunyit putih". Whatttt??? Apa itu penyakit kunyit putih? Dokter yang aneh..
kemudian dia menjelaskan : "ada kista sekitar 5cm dan obatnya kunyit putih. Saya kasih alamat yang jual ya"..
Dokter frans ini lucu. Dia justru menggabungkan herbal juga dalam pengobatannya. Dia menuliskan disecarik kertas alamat penjual kunir putih tersebut. Tertulis nama Inggriani di kertas kecil itu dengan nomor handphone dan alamatnya beserta peta asal yang dibuatnya. Entah mengapa aku yakin pada dokter ini. Kemudian aku juga menanyakan kenapa aku masih ada pendarahan dan dia dengan entengnya menjawab : "itu hanya karena hormon nanti saya resepkan obat menghentikan darahnya juga ya. Bulan depan kontrol lagi".
Legaaaaaaa...... ternyata bukan seburuk dugaanku..
Sehabis dari rumah sakit, kami menuju ke rumah Ibu Inggriani penjual kunir putih tersebut. ternyata lumayan dekat dengan rumah sakit. Disana aku numpang ke toilet aampai 2x akibat terlalu ba yak minum saat akan di usg. Ibu Inggriani ini seorang chinesse juga yang merupakan agen besar penjual kunir putih. Kami disana cukup lama mungkin hampir 1.5jam. Banyak hal yang dia jelaskan terutama tentanf khasiat kunir putih ini. Entah kenapa aku sangat yakin. Mudah-mudahan Ya Allah...
Akhirnya kami membeli 5 box. Yang 1 boxnya berisi 150kapsul. Cik iing (panggilan cik inggriani) menyarankan aku untuk meminum 10 kapsul setiap pagi sebelum makan dan 10 kapsul malam sebelum makan malam. Rasanya tidak terbayangkan 20 kapsul setiap harinya.. huffttt..
Pertama mencoba, aku masukkan 2 kapsul kemudian seteguk air dan seterusnya, lama-lama aku tidak sabar langsung saja aku masukkan 5 kapsul jadi hanya 2x teguk air alhamdulillah lancar.. dan rasa sakitnya sama sekali tak pernah kambuh. Alhamdulillah..
Yang aku ingat, bulan november aku menstruasi tanggal 20an dan berhenti darahnya. Senang sekali rasanya karena tidak harus berpembalut setiap hari. Dan kemudian baru saja tanggal 27 desember kemarin aku menstruasi lagi. Wow ini sungguh membahagiakan karena siklus menstruasiku berantakan. Biasanya bisa skip sampai 2 bulan nyaris 3 bulan. Tapi 2 bulan ini teratur. Dan yang terpenting pendarahan dan sakit itu sudah tidak ada lagi. Sungguh baru aku sadari nikmat yang terhebat dan terindah adalah nikmat sehat.
Terimakasih Allah, terimakasih Dokter Frans, terimakasih Cik Iing.. sungguh sampai hari ini aku masih takjub karena sampai detik ini, sampai hari ini, dan dipenghujung tahun 2014 ini Engkau masih memberiku nikmat yang tak terhitung, yaitu nikmat sehat..
Allahuakbarrr.... :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar