Selasa, 26 Juli 2016

Breastmilk Jaundice (Kuning karena ASI)

Jaundice (kuning) pada bayi merupakan hal yang wajar karena bayi yang baru lahir memiliki kelebihan bilirubin (unsur kuning) pada darahnya. Bayi baru lahir memiliki kadar sel darah yang tinggi sehingga memicu produksi bilirubin. Bilirubin sendiri terbentuk ketika sel-sel darah merah yang tua dihancurkan. Hal ini biasanya hanya terjadi beberapa minggu saja dgn disinari matahari pagi pukul 7-8 pagi atau bila kadar bilirubinnya terlalu tinggi dan bahkan sampai demam dilakukanlah fototerapi di rumah sakit. 

Saya mau sharing cerita sedikit. Tanggal 23 April 2016 anak saya lahir. Tapi setelah dibawa pulang kerumah terlihat kulitnya kekuningan dan kebetulan beberapa hari pulang dr rumah sakit tidak ada panas sama sekali. Dan tanggal 27 April anak saya di fototerapi dengan rujukan 24 jam dengan 2 lampu bluelight karena kadar bilirubin yang cukup tinggi, 18.6. Sebagai orang tua saya sedih. Ditambah 2 hari berturut turut asi saya belum keluar jadi baru hari ke-3 anak saya mendapatkan asi itupun sama sekali belum memadai sehingga dia kuning. Kabar baiknya, tidak sampai 24 jam kadar bilirubinnya sudah turun sehingga anak saya boleh dibawa pulang. HORREEE !!!!

Tapi sayangnya belum selesai sampai disitu. Saat kontrol dan imunisasi di hari ke-11 anak saya masih kuning padahal setiap hari sudah saya jemur 45-60 menit sehingga kulitnya yang tadinya putih jd agak cokelat eksotis semacam ditanning haha..
Dokter bilang ini masih kuning jadi harus dilakukan serangkaian tes penyebabnya apa krn dikhawatirkan virus atau ada infeksi lain. Ya Tuhan :(((

Waktu itu Dsa merujuk untuk dilakukan tes G6PD, hematologi lengkap, urine lengkap, TSH-s, Bilirubin (again and again) dan FREE T-4 banyak yaa huhu..
Akhirnya anak saya melakukan serangkaian tes itu semua dan hasilnya bagus namun kadar bilirubinnya saat usia 1 bulan masih 10.58 yang seharusnya normalnya 2 atau bahkan dibawah 1 *panik again*
Tapi yang bikin saya nggak khawatir adalah anak saya minumnya kuat, aktif dan tidak tidur terus. Biasanya kalau kuning itu loyo bahkan nggak mau minum. Dokter akhirnya menyarankan untuk cek bilirubin lagi dan hasilnya masih 7. Dan dirujuk lagi untuk 1 atau 2 minggu ke depan cek bilirubinnya kalau terus menurun berarti karena asi tapi kalau tidak menurun harus ada serangkaian tes lagi yang harus dilakukan. OMG.

Bagaimana rasanya ketika seorang ibu menyusui anaknya dan bertatapan mata tapi matanya kuning? Entahlah. Sedih rasanya. Hancur. 
Tapi 2 bulan 7 hari kemudian semuanya hilang waktu kontrol ke dokter lagi dokter blg sudah tidak kuning dan ini karena asi. Aneh sih saya baru tau asi menyebabkan kuning hehe..

Kasus ini dinamakan breastmilk jaundice (kuning karena asi). Jadi 1 dari 200 bayi mengalami hal demikian *langka boookk*.
Jadi mudahnya begini, tugas hati adalah memetabolisme bilirubin untuk dikeluarkan melalui usus kemudian dikeluarkan berupa feses dan urine. Nah dalam asi saya ada kandungan suatu zat tertentu yang menyebabkan kinerja hati untuk memetabolisme bilirubin tsb menjadi lbh lambat dari seharusnya sehingga pembuangannya melalui feses dan urine menjadi tidak sempurna. Kira kira begitu.

Sebetulnya secara medispun kasus ini tidak diketahui penyebab pastinya, krn asi yang seharusnya menjadi sumber kehidupan bayi kenapa jadi terkesan tidak cocok untuk si bayi. Tapi, bukan berarti asupan asi harus dihentikan ya. Asupan asi tetap diberikan sebanyak-banyaknya semau bayi kecuali pd kondisi keadaan tertentu yang menyebabkan bayi dalam kondisi mengkhawatirkan kemungkinan pemberian asi akan di stop sementara.

Jaundice (kuning) dalam hal ini justru tidak membahayakan dan tidak membutuhkan fototerapi khusus seperti biasanya karena akan hilang sendiri 1.5 sampai 3 bulan kemudian.
Melihat mata anak saya sebening embun itu bahagianya luar biasa. Ya Tuhan terima kasih :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar