Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana :
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada
Sapardi Djoko Damono, 1989
Rabu, 16 Desember 2015
Senin, 16 November 2015
Lidah
Lidahmu jangan kau biarkan menyebut kekurangan orang lain,
sebab kaupun punya kekurangan.
dan orang lainpun punya lidah.
-Imam Syafi'i-
sebab kaupun punya kekurangan.
dan orang lainpun punya lidah.
-Imam Syafi'i-
Wanita
Wanita itu kalau sudah kecewa,
sulit melupakan walaupun sudah memaafkan.
Tak ada wanita yang rela,
cintanya dibagi dengan wanita-wanita lain.
Kadang pada Ibu mertuanya pun dia masih sedikit cemburu.
Kepada seluruh pria gagah bernama 'Suami'
Mungkin Ibumu yang harus kau utamakan...
Tapi jangan kau lupa
ada wanita disampingmu
yang rela meninggalkan kedua orangtuanya,
untuk mengabdi kepadamu
yang telah kau ambil
dengan halal dari Ayahnya
untuk kau jadikan milikmu.
Surga bukan untukmu jika kau gores hati Ibumu.
Tetapi surga juga bukan milikmu,
jika kau sia-siakan istrimu...
-Anonim-
sulit melupakan walaupun sudah memaafkan.
Tak ada wanita yang rela,
cintanya dibagi dengan wanita-wanita lain.
Kadang pada Ibu mertuanya pun dia masih sedikit cemburu.
Kepada seluruh pria gagah bernama 'Suami'
Mungkin Ibumu yang harus kau utamakan...
Tapi jangan kau lupa
ada wanita disampingmu
yang rela meninggalkan kedua orangtuanya,
untuk mengabdi kepadamu
yang telah kau ambil
dengan halal dari Ayahnya
untuk kau jadikan milikmu.
Surga bukan untukmu jika kau gores hati Ibumu.
Tetapi surga juga bukan milikmu,
jika kau sia-siakan istrimu...
-Anonim-
Senin, 02 November 2015
Cara Pandang
Ketika kau tak pernah berniat buruk,
namun seseorang menilaimu buruk.
Percayalah keduanya tidak pernah salah.
Hanya saja Ia lebih mempercayai asumsinya,
ketimbang penjelasanmu.
Ketika kau bermaksud baik untuk suatu hal,
namun seseorang merasa dirugikan karena perbuatan maksud baikmu.
Kamu atau dia tak pernah salah.
Hanya saja Ia hanya memandang dari sudut pandangnya,
tanpa memperhatikan caramu melihat.
Semua hal terkadang sudah baik menurut kita, namun sering kali dianggap belum baik menurut orang lain.
Jangan dirisaukan, karena semua orang punya cara pandangnya masing-masing dalam menyelesaikan masalah. Dan jangan pernah mempermasalahkan cara pandang seseorang karena kau juga tak suka bila cara pandangmu dipermasalahkan oleh orang lain.
Kau dan Asumsimu
Beberapa hari ini kamu sungkan bersuara
Wajahmu kau palingkan sejauh-jauhnya dariku
seolah-olah melihatku adalah dosa
Tanganmu kau lipat rapi, tegap, kaku
Tubuhmu kau ungsikan sejauh-jauhnya dari peradabanku
Seakan 'jangan sampai menyentuhku setitikpun'
Semua sebab ketiadaan jiwamu aku tahu
Aku memahami betapa sakitnya lukamu
Betapa teririsnya hati dan jiwamu
Tapi, itu semua tak akan terjadi bila asumsimu melebihi logikamu
Tak akan terasa menyayat ketika pikirmu tak melampaui batas kewajaranmu
Sungguh, ketika kau sebut aku 'tak pernah bisa mengembalikan hari itu'......
Rasanya sedih, bahkan sedihpun tak cukup
Aku hancur berkeping-keping.....
Sungguhpun aku menjadi orang paling jahat,
tak mungkin aku lakukan hal demikian
Aku memang tak pernah dapat mengembalikan hari itu
Seumur hidup pun aku meminta maaf tak akan pernah sanggup menebusnya
Tapi, tidakkah seharusnya kau tak hanya mempercayai asumsi-asumsimu?
Tidakkah, paling tidak sedikit saja kau percayai aku orang yang berjanji sanggup selamanya denganmu?
Rasanya percuma air mata kehancuranku aku perlihatkan
Asumsimu selalu menang
Perasaan sensitifmu yang paling benar
Dan, kau hanya akan kembali ketika kau mau melupakan :(
Tuesday, 3rd November 2015, 10.53am
Wajahmu kau palingkan sejauh-jauhnya dariku
seolah-olah melihatku adalah dosa
Tanganmu kau lipat rapi, tegap, kaku
Tubuhmu kau ungsikan sejauh-jauhnya dari peradabanku
Seakan 'jangan sampai menyentuhku setitikpun'
Semua sebab ketiadaan jiwamu aku tahu
Aku memahami betapa sakitnya lukamu
Betapa teririsnya hati dan jiwamu
Tapi, itu semua tak akan terjadi bila asumsimu melebihi logikamu
Tak akan terasa menyayat ketika pikirmu tak melampaui batas kewajaranmu
Sungguh, ketika kau sebut aku 'tak pernah bisa mengembalikan hari itu'......
Rasanya sedih, bahkan sedihpun tak cukup
Aku hancur berkeping-keping.....
Sungguhpun aku menjadi orang paling jahat,
tak mungkin aku lakukan hal demikian
Aku memang tak pernah dapat mengembalikan hari itu
Seumur hidup pun aku meminta maaf tak akan pernah sanggup menebusnya
Tapi, tidakkah seharusnya kau tak hanya mempercayai asumsi-asumsimu?
Tidakkah, paling tidak sedikit saja kau percayai aku orang yang berjanji sanggup selamanya denganmu?
Rasanya percuma air mata kehancuranku aku perlihatkan
Asumsimu selalu menang
Perasaan sensitifmu yang paling benar
Dan, kau hanya akan kembali ketika kau mau melupakan :(
Tuesday, 3rd November 2015, 10.53am
Minggu, 05 April 2015
Kapan lulus?
Lini masanya update setahun silam
Akses internet di telepon selular di non-aktifkan
Ada apakah gerangan....??
Mengapa dunia kau singkirkan?
Apa pertanyaan-pertanyaan senada, serupa hanya beda kata itu terlalu menyakitkan?
Telingamu mungkin juga sudah bosan
Tapi tak selamanya ingin tahu terlalu dalam diartikan sebagai campur tangan?
Mengapa kau tak menafsirkannya sebagai wujud perhatian?
Lalu mengapa masalah justru kau larikan?
Kau justru sibuk tenggelam agar tak terlihat di permukaan..
Kapan kau ujian?
Ayo cepat kau selesaikan!
Ketimbang banyak pertanyaan : kapan kapan kapan?
Kamis, 12 Februari 2015
Sabar itu mahal
Sore ini udaranya mendung. Walaupun beberapa hari belakangan ini hujan melanda jakarta bahkan banjir dimana-mana. Alhamdulillah aku dan keluargaku nggak kebanjiran. Sebetulnya sore-sore begini kan saatnya santai, tapi aku justru dikesalkan oleh sesuatu hal itu lagi dan lagi..
hufftt lelah rasanya..
Sore ini, Bapak-bapak mantan teman kantorku mengirimi pesan melalui bbm. Isinya kira-kira seperti ini :
X : dhan, gimana kabarnya? Kerja dimana sekarang?
Aku : baik pak. kerja dirumah pak. Ada apa pak?
X : lho ngapain dirumah?
Aku : ya masak kek pak, tidur-tiduran, dll. Yang kayak istri bapak lakuin aja dirumah hehe
X : belum hamil-hamil ya?
Aku : sejak keguguran belum isi lg pak. Doain aja yaa pak :)
X : lho kok belum isi lg sih? Anak saya aja baru nikah langsung isi sekarang udah jalan 2.5 bulan
Aku : yah namanya belom dikasih pak yang penting kan ikhtiar pak
X : #ceramah panjang lebar#
Dan, karena aku keburu kesal, aku sudahi saja bbmnya dengan berdalih mau masak hihi..
Terus terang aku kesal karena dia sering sekali bbm hal yang sama dan terkesan menyudutkan. Menanyakan hal tersebut bukan jadi masalah untukku asalkan bertanyalah dengan sopan, dan jangan terkesan menyinggung. Bayangkan kalau pertanyaan tersebut terjadi pada anak atau istrinya bagaimana?
Yah nyatanya memang begitu, setiap orang selalu punya cara untuk mencampuri urusan orang lain :)
Langganan:
Postingan (Atom)